Tampilkan postingan dengan label Quis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Maret 2020

Mobilitas Sosial


Mobilitas sosial dalam keseharian kita sudah ada dan ada didekat kalian. salah satunya adalah kalian bersekolah. itu salah satu contoh mobilitas sosial.
dalam materi ini akan kita pelajari tentang apa mobilitas sosial, bentuk mobilitas sosial dan saluran mobilitas sosial serta dampaknya.
sebagai catatan bahwa mobilitas sosial ini penulis masukkkan dalam konflik sosial karena dalam mobilitas akan muncul adanya konflik sosial.

Setelah membaca kalian bisa mengamati media pembelajaran dibawah ini:



Mobilitas Sosial - Di dalam masyarakat terdapat tingkatan-tingkatan sosial tertentu yang dinamakan pelapisan atau strata. Setiap orang berkesempatan untuk melakukan perpindahan dari strata satu ke strata yang lain. Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit.

Pengertian Mobilitas Sosial
Di dalam bahasa Indonesia, mobilitas berarti gerak (KBBI : 2001). Oleh karena itu, mobilitas sosial (social mobility) adalah suatu gerak dalam struktur sosial (social structure). Dengan kata lain, mobilitas sosial dapat diartikan sebagai gerak perpindahan dari suatu status sosial ke status sosial yang lain.
Jenis-Jenis Mobilitas Sosial
1.    Mobilitas Sosial Horizontal. Diartikan sebagai suatu peralihan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Dengan kata lain mobilitas horisontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Contoh: Pak Jarwo seorang warga negara Amerika Serikat, mengganti kewarganegaraannya dengan kewarganegaraan Indonesia, dalam hal ini mobilitas sosial Pak Amir disebut dengan Mobilitas sosial horizontal karena gerak sosial yang dilakukan Pak Amir tidak merubah status sosialnya.
2.    Mobilitas Sosial Vertikal. Diartikan sebagai suatu peralihan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan sosial yang berbeda. Terbagi menjadi dua yaitu mobilitas vertical ke atas (Sosial Climbing) dan mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking)
Saluran Mobilitas Sosial Vertikal
Menurut Pitirim A. Sorokin, mobilitas sosial vertikal memiliki saluran-saluran dalam masyarakat. Proses mobilitas sosial vertikal ini disebut social circulation. Berikut ini saluran-saluran terpenting dari mobilitas sosial.
a. Angkatan Bersenjata
b. Lembaga-Lembaga Keagamaan
c. Lembaga-Lembaga Pendidikan
d. Organisasi Politik
e. Organisasi Ekonomi
f. Organisasi Keahlian
3.    Mobilitas Sosial Antargenerasi
      
Mobilitas sosial antargenerasi ditandai oleh perkembangan atau peningkatan taraf hidup dalam suatu garis keturunan. Mobilitas seperti ini bukan menunjuk pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan kenaikan kedudukan (status sosial) dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan kata lain, mobilitas sosial antargenerasi yaitu perpindahan kedudukan seseorang/anggota masyarakat yang terjadi antara dua generasi atau lebih. Contoh: generasi orang tua (ayah ibu) dengan generasi anak.
Proses Mobilitas Sosial
Terjadinya mobilitas sosial berkaitan erat dengan hal-hal yang dianggap berharga di masyarakat. Oleh karena itu, kepemilikan atas hal-hal tersebut akan menjadikan seseorang menempati posisi atau kedudukan yang lebih tinggi. Akibatnya, dalam masyarakat terdapat penggolongan yang mempengaruhi struktur sosial. Hal-hal tersebut antara lain kekayaankekuasaankehormatan, dan ilmu pengetahuan. Dalam proses mobilitas sosial terdapat faktor yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial, yaitu:
1.    Status Sosial
2.    Keadaan Ekonomi
3.    Situasi Politik
4.    Motif-Motif Keagamaan
5.    Masalah Kependudukan
6.    Keinginan Melihat Daerah Lain
Dampak Mobilitas Sosial
Tidak dapat dimungkiri adanya mobilitas sosial mendorong timbulnya perubahan posisi atau kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat. Situasi ini tentunya membawa pengaruh tersendiri terhadap sistem pelapisan yang ada. Segala bentuk perubahan menimbulkan dampak bagi masyarakat. Begitu juga dalam proses mobilitas sosial. Jika perubahan kedudukan atau posisi seseorang dapat diterima oleh masyarakat maka akan tercipta kerja sama. Namun, keadaan menjadi berbeda apabila perubahan status atau kedudukan ditolak dan tidak diakui oleh masyarakat. Secara garis besar, dampak dari mobilitas terbagi menjadi dua bentuk umum, yaitu konflik dan penyesuaian.


Bahan Diskusi
sebelum lanjut bacalah kasus dibawah ini


Silahkan beri komentar apakah dalam bacaan diatas mengapa termasuk mobilitas sosial?

Untuk mendalami materi dapat berlatih soal dibawah ini:



Referensi:
Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE – UI.
Richard Osborne & Borin Van Loon. 1996. Mengenal Sosiologi For Beginner. Bandung: Mizan.
Bacaan Lebih Lanjut
BSE Sosiologi Untuk Kelas XI SMA dan MA. Vina Dwi Laning.

Quis Penelitian Sosial

Jumat, 20 Maret 2020

Penelitian Sosial


Materi Sosiologi kelas X Semester 2 untuk Kompetensi Dasar 3.4 mengenai penelitian sosial. Materi ini materi yang memiliki daya serap rendah pada waktu ujian nasional sehingga membutuhkan semangat untuk belajar. Materi ini juga sangat dibutuhkan dalam materi selanjutnya di kelas XI dan XII sehingga akan membantu dalam menyelesaikan materi sosiologi di SMA.

simak dan baca berita dibawah ini:

Bacaan kasus tentang Metodelogi Penelitian


Setelah kalian membaca kasus diatas maka perlu kita mempelajari tentang cara membuat penelitian yang dapat dipercayai oleh semua orang.
Banyak pertanyaan diantaranya kalian yang masih menginjak siswa kelas X, mungkin diantaranya

  • Apa penelitian sosial itu?
  • Mengapa melakukan penelitian sosial?
  • Apa manfaat mempelajari materi  ini?
  • Bagimana Penelitian sosial itu?
  • Dimana kita bisa membuat penelitian sosial?
  • Siapa yang dapat membuat penelitian sosial itu?
Simak video dibawah ini


Manusia adalah makhluk yang mempunyai kesadaran. Kesadaran manu­sia itu dapat disimpulkan dari kemampuannya untuk berpikir, berkehendak dan berperasaan. Dengan pikiran untuk mendapatkan ilmu pengetahuan; kehendak untuk mengarahkan perilaku; dan dengan perasaan untuk merasakan kese­nangan atau kesedihan. Sarana untuk memelihara dan meningkatkan ilmu pengetahuan dina­makan logika; perilaku dengan etika; dan mutu kesenian dengan estetika.

Pengetahuan adalah kesan yang ada di dalam pikiran manusia seba­gai hasil darI penggunaan inderanya. Berbeda dengan kepercayaan dan tahayul yang sulit dibuktikan kebenarannya sehingga menimbul­kan ketidakpastian, pengetahuan justru bertujuan untuk mendapat­kan kepastian. Tidak semua buah pikiran (ide) dapat disebut pengetahuan, karena ada kalanya merupakan angan-angan semata-mata yang tidak pernah terwujud secara nyata. Tidak semua pengetahuan merupakan suatu ilmu. Secara ringkas ilmu atau ilmu pengetahuan itu:  
- merupakan pengetahuan
- yang tersusun secara sistematis
- dengan penggunaan kekuatan pemikiran
- yang selalu dapat diperiksa dan ditelaah dengan kritis.

Ilmu pengetahuan bertujuan agar manusia lebih mengetahui dan mendalami segala segi kehidupan sehingga manusia dapat meramalkan apa yang akan terjadi kelak.

Pada hakekatnya ilmu pengetahuan timbul karena adanya hasrat ingin tahu manusia terhadap aspek-aspek kehidupan yang masih gelap, dan manusia ingin mengetahui kebenaran dari kegelapan tersebut. Usaha-usaha untuk mencari kebenaran tersebut antara lain:

1. Pendekatan non-ilmiah

i)     Penemuan secara kebetulan.
Penemuan yang tidak terencanakan dan diperhitungkan dahulu.
ii)   Penemuan common sense (akal sehat)
Akal sehat merupakan serangkaian konsep atau bagan konsep yang memuaskan untuk digunakan secara praktis.
iii) Penemuan secara wahyu
Kebenaran yang diterima sebagai wahyu dari Tuhan.
iv) Penemuan secara intuitif
Kebenaran yang diperoleh melalui proses yang tidak disadari
v)   Trial and error
Penemuan melalui cara percobaan-percobaan dan kesalahan-kesalahan.
vi) Penemuan karena kewibawaan
Berdasarkan penghormatan terhadap pendapat atau penemuan yang dihasilkan oleh seseorang atau lembaga tertentu yang dianggap mempunyai kewibawaan atau wewenang.
vii)    Usaha spekulatif
Memilih salah satu dari berbagai kemungkinan tetapi tidak berdasarkan keyakinan bahwa pilihan tersebut merupakan cara yang paling tepat.

2. Pendekatan ilmiah:

Menurut sejarahnya ada dua pola pikir:
a.    Berpikir secara rasional, yaitu kebenaran dapat dicapai dengan berpikir rasional tanpa mela­lui pengalaman nyata.
b.    Berpikir secara empirisme, yaitu kebenaran dapat diperoleh melalui pengalaman.


Pendekatan ilmiah menggabungkan metoda rasionalisme dan empirisme rasionalisme memberikan kerangka pemikiran yang logis dan empirisme memberikan kerangka untuk memastikan suatu kebenaran. Kebenaran ilmiah didapat dengan pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmiah, yang berusaha mempelajari suatu gejala dengan jalan analisis dan pemeriksaan yang mendalam terha­dap fakta atau masalah yang disoroti, untuk kemudian mengusahakan pemecahannya.

Penelitian atau riset (research) menurut bahasa adalah "mencari kembali".
Definisi penelitian adalah :
1.    Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencari dan menganalisis fakta
mengenai suatu masalah.
2.    Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran
suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode
ilmiah.
Penelitian dapat disimpulkan sebagai usaha umtuk memperoleh fakta 
atau prinsip (menemukan, mengembangkan, menguji kebenaran) dengan 
cara mengumpulkan dan menganalisis data dilaksanakan dengan
teliti, jelas, sistematik  dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sehingga penelitian mempunyai ciri:
1.    Bersifat ilmiah
Melalui prosedur yang sistematik dengan menggunakan pembuk­tian yang meyakinkan berupa fakta yang diperoleh secara obyektif.
2.    Merupakan suatu proses yang berjalan terus menerus
Sebab hasil suatu penelitian selalu dapat disempurnakan lagi.

Persyaratan Penelitian:
1. Berencana, ada unsur kesengajaan.
2. Sistematis, menurut pola tertentu.
3. Mengikuti konsep ilmiah, sesuai prinsip untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Sehingga sifat penelitian ilmiah harus: cermat, tepat, dicatat, sistematis, objektif, oleh yang terlatih, dalam kondisi terkendali.

Keberhasilan kegiatan penelitian tergantung pada cara berpikir dan sikap peneliti.
Cara berpikir peneliti:
a)   Skeptis, selalu menanyakan bukti/fakta yang mendukung pernya­taan.
b)  Analisis, selalu menganalisis setiap pernyataan atau persoalan
c)   Kritis, berdasarkan logika, menimbang berbagai hal secara obyektif berdasarkan data dengan akal sehat.

Sikap peneliti:
1. Kompeten, berkemampuan menggunakan metode penelitian tertentu
2. Obyek/tif, dapat memisahkan pendapat pribadi dan kenyataan
3. Jujur, tidak memasukkan keinginan sendiri ke dalam data
4. Faktual, bekerja menggunakan fakta
5. Terbuka, bersedia memberikan dan menerima pendapat tentang hasil penelitiannya. 

Pengelompokan Penelitian:

Berdasarkan Tujuan :
1. Penelitian eksploratif, bertujuan menemukan suatu pengetahuan
2. Penelitian verifikatif, untuk menguji kebenaran suatu pendapat
3. Penelitian developmental, bertujuan mengembangkan suuatu teori

Berdasarkan cara/taraf/tingkatan pembahasan:
i)     Penelitian deskriptif, hanya memaparkan (menyingkapkan) suatu objek sebagaimana adanya.
ii)   Penelitian inferensial, sampai mengambil kesimpulan berdasar data yang diperoleh (memberikan penilaian secara menyeluruh, luas dan mendalam dari sudut pandang  ilmu yang relevan)

Berdasarkan Pendekatan thd data (metode):
1.    Penelitian kuantitatif, mengutamakan data yang dapat diukur (data berupa bilangan/angka)
2.    Penelitian kualitatif, mengutamakan kualitas data untuk mencari makna dari fenomena yang ada (data tidak berupa angka). 

Berdasarkan Pendekatan waktu:
1.    Penelitian longitudinal, penelitian secara berkesinambungan untuk melihat perkembangan objek.
2.    Penelitian cross-sectional, penelitian secara silang (subyek berbeda tetapi masalahnya sama).

Berdasarkan Tempat:
1.    Penelitian laboratorium
2.    Penelitian perpustakaan
3.    Penelitian lapangan

Berdasarkan Pemakaian:
1.    Penelitian murni, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
2.    Penelitian terapan, hasilnya untuk kebijaksanaan tertentu.

Berdasarkan bidangnya:
1.    Penelitian ilmu eksak/alam
2.    Penelitian ilmu non-eksak/sosial

Langkah pokok penelitian:
1.    Menyusun Rancangan Penelitian
2.    Mengumpulkan data
3.    Mengolah atau menganalisis data
4.    Melaporkan hasil penelitian

MENYUSUN RANCANGAN PENELITIAN SOSIAL

Rancangan penelitian atau proposal penelitian adalah suatu renca­na kegiatan penelitian yang disusun secara sistematis dan menye­luruh mengenai kegiatan penelitian yang akan dilakukan.

Suatu rancangan penelitian umumnya berisi hal-hal sbb:



PROPOSAL PENELITIAN SOSIAL

1. Topik dan Judul Penelitian:
   a. Topik
   b. Judul
2. Permasalahan:
   a. Latar Belakang Masalah
   b. Perumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian
5. Hipotesis (jika ada)
6. Metodologi Penelitian:
   a. Populasi penelitian
   b. Sampel penelitian
   c. Teknik pengumpulan data
   d. Teknik analisis data
7. Waktu, Organisasi dan Biaya Penelitian
   (Jika dipandang perlu)
8. Daftar Pustaka
9. Lampiran



A. Menentukan Topik dan Judul
Topik adalah pokok penelitian yang merupakan ruang lingkup kajian penelitian yang dapat membedakan dengan ruang lingkup yang laiannya (meskipun dalam satu bidang ilmu).
       Contoh: urbanisasi
               kemiskinan dll.

Judul  merupakan bagian tertentu dari topik atau merupakan  salah 
satu  sudut pandang trtentu dari topik atau bisa juga  pembahasan 
yang menyeluruh terhadap topik.
   Judul:
- intisari dari berbagai masalah penelitian
          - harus menggambarkan topik penelitian
          - singkat mencerminkan isi
          - dirumuskan dengan kalimat tunggal (bukan majemuk)
    Contoh:
          - Faktor-faktor yang mendorong urbanisasi di daerah A.
          - Pengaruh urbanisasi terhadap daerah asal.
* Dianjurkan judul ditentukan setelah perumusan masalah.
           
Yang perlu diperhatikan:
   1. Manfaat
   2. Punya wawasan memadai
   3. Sumber dan bahan tersedia
   4. Menarik untuk diteliti
   5. Singkat, jelas dan tidak ambiguitas (bermakna ganda)

Setelah melakukan penelitian langkah selanjutnya dalah membuat laporan penelitian, perhatikan bagan dibawah ini:



Setelah kalian simak video dan materi tersebut maka kerjakan kuis dibawah ini ya



-


Pembatik 2024

Foto