Penyebaran Covid 19 yang semakin hari semakin banyak dan menyebar ke semua wilayah membuat pembelajarn online diperpanjang sampai tanggal 14 April 2020. Entahlah apa yang anak saba pikirkan. mungkin sudah mulai bosan dengan tugas yang diberikan oleh guru sampai tanggal 14 April 2020. Guru juga sudah mulai bosan dengan kegiatan membuat tugas dan mengoreksi tugas-tugasnya.
Semua bosan dengan keadaan saat ini..
Kembali ke masa dimana sebelum terjadi kondisi seperti ini. Belajar sosiologi menurut semua orang membosankan karena berbau teori dan bacaan. Disini peran guru harus mengubah paradigma tersebut bahwa belajar sosiologi itu sangat menyenangkan. Untu menarik minat belajar maka anak saba khususnya anak IPS yang sudah dibekali dengan berbagai aplikasi google classroom, Quizziz, padlet, lino, zoom dan webbex tidak asing bagi mereka untuk melaksanakan kegiatan KBM online. Mereka lebih siap untuk melaksanakan ini.
Ketika hanya diberikan link anak Saba sudah paham dan cepat mempelajarinya.
Tanpa mereka sadari apa yang sudah diberikan akan bermanfaat pada kondisi saat ini. Guru juga tidak kesulitan membuat pembelajaran secara online agar anak saba tidak bosan menghadapi tugasnya.
Menurut saya bahwa kalian adalah memang anak millenial yang sekali diminta yang berbau IT langsung melaksanakan
Kalian memang keren.....jangan putus asa buat belajar sesuatu yang baru.
Mengajak dan menyebarkan virus kebaikan untuk anak Saba dalam merdeka belajar, merdeka dalam menuntut ilmu dan merdeka mencapai cita dan cintanya.
Senin, 30 Maret 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Catatan seorang guru yang kangen mengajar di kelas.
Ini adalah pengalaman pribadi ketika mengajar sebelum semua siswa dirumahkan semua.
Ketika semua kelas saya minta untuk tunjuk jari menanyakan siapa yang pingin libur dirumah. Semua menunjukkan jari. Semua takut dengan adanya virus covid 19.
Semua siswa ingin dirumah dengan berbagai alasan.
Ya.. Itu mungkin salah satu alasan untuk mencegah penyebarannya.
Ok.. Setelah ada pengumuman bahwa semua siswa harus libur. Hari pertama senang, hari kedua masih senang, hari ke tiga sudah malas dirumah, hari keempat dan seterusnya mengalami frustasi.
Untuk kegiatan KBM online laporan yang masuk adalah:
Hari pertama semangat mengerjakan tugas
Hari kedua tugas menumpuk
Hari ketiga mulai frustasi dengan didepan HP terus dan mengerjakan tugas
Hari ke empat minta masuk sekolah aja
Semua merasakan apa dampak dari kondisi saat ini. Tidak hanya siswa, guru juga merasakan.
Hari pertama guru mempersiapkan tugas jarak jauh, belajar aplikasi, belajar semua yang berbau IT, hari kedua semangat membuat tugas buat siswa dan dan membuat laporan harian. Hari ketiga mulai jenuh, hari keempat kangen siswa siswinya.
Seorang guru akan merasakan bahagia melihat siswa nya di sekolah, melihat senyum kalian pada waktu istirahat berbunyi, cemberut waktu mau ulangan harian, strees dikejar tugas oleh guru-guru, menangis karena dimarahi guru, mengiba-iba masuk gerbang karena terlambat dan memberikan segudang alasan buat nye-kip dari kelas dari yang membuat KTP, mengambil KTP, membuat SIM, sakit perut, ada acara di kampung dan sebagainya.
Mungkin kalian juga merasakan dimana kalian mencuri-curi waktu buat membuka HP kalian, membuat video di kelas dan bermain tik tok sama teman sebangku kalian dan selalu berharap guru nya ada rapat dan jam kosong.
Kalian mungkin juga ingin diduduk di kursi kalian, merindukan teman- teman kalian, gebetan kalian atau membuat event- event di sekolahan.
Itulah salah satu kebahagiaan guru dengan segala permasalahan kalian dan kebahagiaan kalian sebagai siswa yang kita tidak sadari bersama.
Semua pasti akan indah pada waktunya.
Mari kita selalu beriktiar dan berdoa agar kita bisa dapat bertatap muka lagi.
Ok.. Kalian boleh memberikan komentar dibawah ya. Apa yang kalian rasakan ya..
Rabu, 25 Maret 2020
Masyarakat Pedesaan
Bersyukurlah Penduduk PEDESAAN
Di tulis oleh _Peneliti Kehidupan sosial desa kota UGM_
1.Masyarakat desa dilindungi oleh pepohonan yang kaya dgn oksigen O2 sbg kebutuhan utama kesehatan
2.Masyarakat desa sudah terbiasa terkena sinar matahari,berjalan kaki,mengangkut,serta aktifitas fisik lainya yang membuat tubuh dalam kondisi panas,dan bila *virus corona menempel pada tubuh yg sehat ( panas ) hanya bertahan beberapa detik saja langsung mati*
3.Apabila terjadi LOCKDOWN di seluruh wilayah NKRI maka masyarakat desa lah yang akan tetap tenang,karena kehidupan di,banyak sumber pangan seperti : singkong,tales,ketela,sayuran,dan jenis makanan lain
4.Masyarakat desa ( khususnya petani dan buruh tani ) berdasarkan penelitian *sistem imunisasi alami fisiknya sangat kuat* bila dibandingkan dengan masyarakat kota,karena mereka sudah terbiasa dengan makanan non kimia ( alami ) seperti singkong bakar,ketela bakar,jagung bakar,pete bakar,dll,bahkan sayuran pun rata2 hanya dimasak dengan air lalu dimakan dengan sambel apa adanya...ini adalah jenis makanan yg sangat sehat tanpa kimia,dan aka menjadikan imun tubuh secara alami
5.Masih banyak lagi keuntungan2 sebagai masyarakat pedesaan disaat masyarakat kota panik dan galau dalam menghadapi virus corona ini
Sebelum ada virus corona sering kehidupan desa sbg bahan tertawaan dengan istilah PENAMPILAN NDESO
Sekarang 95 % penduduk kota pingin sekali pindah ke desa demi menyelamatkan diri dari serangan virus corona
Ini dapat menjadi kajian ilmu sosiologi pedesaan.
menurut kalian apakah berita ini fakta atau Hoax?
Berikan komentar kalian di komentar ya
menurut kalian apakah berita ini fakta atau Hoax?
Berikan komentar kalian di komentar ya
Senin, 23 Maret 2020
Presensi Kehadiran Siswa SMA N 1 Bantul
Sabtu, 21 Maret 2020
Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial dalam keseharian kita sudah ada dan ada didekat kalian. salah satunya adalah kalian bersekolah. itu salah satu contoh mobilitas sosial.
dalam materi ini akan kita pelajari tentang apa mobilitas sosial, bentuk mobilitas sosial dan saluran mobilitas sosial serta dampaknya.
sebagai catatan bahwa mobilitas sosial ini penulis masukkkan dalam konflik sosial karena dalam mobilitas akan muncul adanya konflik sosial.
Setelah membaca kalian bisa mengamati media pembelajaran dibawah ini:
Mobilitas Sosial - Di dalam masyarakat terdapat tingkatan-tingkatan sosial tertentu yang dinamakan pelapisan atau strata. Setiap orang berkesempatan untuk melakukan perpindahan dari strata satu ke strata yang lain. Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit.
Pengertian Mobilitas Sosial
Di dalam bahasa Indonesia, mobilitas berarti gerak (KBBI : 2001). Oleh karena itu, mobilitas sosial (social mobility) adalah suatu gerak dalam struktur sosial (social structure). Dengan kata lain, mobilitas sosial dapat diartikan sebagai gerak perpindahan dari suatu status sosial ke status sosial yang lain.
Jenis-Jenis Mobilitas Sosial
1. Mobilitas Sosial Horizontal. Diartikan sebagai suatu peralihan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Dengan kata lain mobilitas horisontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Contoh: Pak Jarwo seorang warga negara Amerika Serikat, mengganti kewarganegaraannya dengan kewarganegaraan Indonesia, dalam hal ini mobilitas sosial Pak Amir disebut dengan Mobilitas sosial horizontal karena gerak sosial yang dilakukan Pak Amir tidak merubah status sosialnya.
2. Mobilitas Sosial Vertikal. Diartikan sebagai suatu peralihan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan sosial yang berbeda. Terbagi menjadi dua yaitu mobilitas vertical ke atas (Sosial Climbing) dan mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking)
Saluran Mobilitas Sosial Vertikal
Menurut Pitirim A. Sorokin, mobilitas sosial vertikal memiliki saluran-saluran dalam masyarakat. Proses mobilitas sosial vertikal ini disebut social circulation. Berikut ini saluran-saluran terpenting dari mobilitas sosial.
a. Angkatan Bersenjata
b. Lembaga-Lembaga Keagamaan
c. Lembaga-Lembaga Pendidikan
d. Organisasi Politik
e. Organisasi Ekonomi
f. Organisasi Keahlian
3. Mobilitas Sosial Antargenerasi
Mobilitas sosial antargenerasi ditandai oleh perkembangan atau peningkatan taraf hidup dalam suatu garis keturunan. Mobilitas seperti ini bukan menunjuk pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan kenaikan kedudukan (status sosial) dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan kata lain, mobilitas sosial antargenerasi yaitu perpindahan kedudukan seseorang/anggota masyarakat yang terjadi antara dua generasi atau lebih. Contoh: generasi orang tua (ayah ibu) dengan generasi anak.
Proses Mobilitas Sosial
Terjadinya mobilitas sosial berkaitan erat dengan hal-hal yang dianggap berharga di masyarakat. Oleh karena itu, kepemilikan atas hal-hal tersebut akan menjadikan seseorang menempati posisi atau kedudukan yang lebih tinggi. Akibatnya, dalam masyarakat terdapat penggolongan yang mempengaruhi struktur sosial. Hal-hal tersebut antara lain kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan. Dalam proses mobilitas sosial terdapat faktor yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial, yaitu:
1. Status Sosial
2. Keadaan Ekonomi
3. Situasi Politik
4. Motif-Motif Keagamaan
5. Masalah Kependudukan
6. Keinginan Melihat Daerah Lain
Dampak Mobilitas Sosial
Tidak dapat dimungkiri adanya mobilitas sosial mendorong timbulnya perubahan posisi atau kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat. Situasi ini tentunya membawa pengaruh tersendiri terhadap sistem pelapisan yang ada. Segala bentuk perubahan menimbulkan dampak bagi masyarakat. Begitu juga dalam proses mobilitas sosial. Jika perubahan kedudukan atau posisi seseorang dapat diterima oleh masyarakat maka akan tercipta kerja sama. Namun, keadaan menjadi berbeda apabila perubahan status atau kedudukan ditolak dan tidak diakui oleh masyarakat. Secara garis besar, dampak dari mobilitas terbagi menjadi dua bentuk umum, yaitu konflik dan penyesuaian.
Bahan Diskusi
sebelum lanjut bacalah kasus dibawah ini
Silahkan beri komentar apakah dalam bacaan diatas mengapa termasuk mobilitas sosial?
Untuk mendalami materi dapat berlatih soal dibawah ini:
Untuk mendalami materi dapat berlatih soal dibawah ini:

Referensi:
Sunarto, Kamanto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE – UI.
Richard Osborne & Borin Van Loon. 1996. Mengenal Sosiologi For Beginner. Bandung: Mizan.
Bacaan Lebih Lanjut
BSE Sosiologi Untuk Kelas XI SMA dan MA. Vina Dwi Laning.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pembatik 2024
-
Ini adalah pengalaman pribadi ketika mengajar sebelum semua siswa dirumahkan semua. Ketika semua kelas saya minta untuk tunjuk ...
-
Materi Sosiologi kelas X Semester 2 untuk Kompetensi Dasar 3.4 mengenai penelitian sosial. Materi ini materi yang memiliki daya serap ren...
-
Memuat…


